Artikel

About Item 1

Saya, dan Warisan Budaya Bangsa

09 Apr 2018

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pada era global seperti sekarang ini banyak perkembangan dan perubahan yang terjadi di dunia. Hal ini kemudian juga memicu adanya perubahan serta perkembangan terjadi di Indonesia. Perkembangan serta perubahan yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari banyaknya permasalahan-permasalahan yang ada saat ini.

Pemerintah Indnesia sekarang ini sedang berupaya mengatasi segala macam permasalahan-permasalahan yang terjadi di Indonesia. Permasalahan-permasalahan ini terjadi di beberapa sektor, seperti sektor ekonomi, sektor kesehatan, sektor pendidikan, pembangunan sarana dan prasarana serta infrastruktur, maupun sosial budaya. Beberapa upaya pun dilakukan pemerintah guna mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi tersebut, seperti upaya pemerataan pembangunan ke pelosok wilayah negara Republik Indonesia, peningkatan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dengan adanya jaminan kecelakaan bagi tenaga kerja dengan BPJS ketenagakerjaan, peningkatan kemudahan dalam pembayaran rumah sakit dengan BPJS kesehatan, pembangunan jalan baik di kota-kota besar maupun dipelosok, pembangunan moda transportasi massa yakni kereta cepat, dan masih banyak lagi.

Dari banyaknya permasalahan di negara Republik Indonesia ini, saya sangat tertarik apabila membahas mengenai persoalan sosial budaya yang ada. Menurut saya salah satu komponen terpenting dari maju atau tidaknya suatu negara bergantung pada kehidupan sosial serta budaya ataupun kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki oleh warga negaranya. Apabila dari segi sosial budayanya kurang baik, jelas hal ini akan berdampak pada tingkat kedisiplinan masyarakatnya dan kemudian akan dikhawatirkan dapat menimbulkan pelanggaran hukum dan Undang-undang dan kemudian  akan mengakibatkan kesadaran akan hukum demi tercapainya ketertiban umum tidak dapat terwujud. Hal ini kemudian akan memunculkan kekacauan yang bahkan dapat menjadi salah satu faktor kemunduran suatu negara maka dari itu permasalahan ini akan sangat mendesak dan menjadi hal yang penting untuk segera di benahi.

Hal mendesak yang kini perlu diperhatikan adalah pudarnya budaya-budaya baik bangsa yang selama ini tertanam dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia sejak dari dahulu kala. Dalam hal ini selain peran pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bersifat melindungi budaya bangsa, peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya bangsa ini juga sangat diperlukan. Budaya sendiri merupakan suatu kebiasaan komunal yang dilakukan secara teru-menerus serta di pertahankan eksistensinya dari waktu ke waktu. Hal ini dilakukan secara terus-menerus karena dianggap sebagai suatu yang sakral dan kadang pula apabila tidak dilakukan dapat menimbulkan sanksi adat.

Sebagaimana diketahui pula bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat amat kaya. Indoensia sendiri terdiri dari belasan ribu pulau. Perbedaan letak geografis karena terbagi menjadi banyak pulau-pulau membuat Indonesia memiliki semakin beragamnya dan kaya akan budayanya. Budaya-budaya bangsa ini tercermin dari banyak hal seperti contohnya, tari-tarian tradisionalnya yang dahulu sering di tarikan untuk kepentingan upacara adat ataupun sekedar menyambut tamu kehormatan. Selain tari-tarian, alat musik daerah juga tidak kalah merdu dengan alat-alat musik modern masa kini, lagu-lagu dengan bahasa daerahpun sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara yang berkunjung ke daerah-daerah yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, apabila berkunjung ke restoran khas sunda, maka akan disuguhi dengan alunan musik dari suling bambu maupun nyanyian-nyanyian merdu yang berbahasa sunda juga tentunya. Selain budaya yang tercermin dari keseniannya, makanan-makanan khas Nusantara  juga merupakan budaya bangsa yang perlu dijaga dan tetap dilestarikan.

Selain budaya tradisional seperti yang telah saya uraikan diatas, budaya sehari-hari kita tanpa disadari juga perlahan mulai memudar. Hal ini memang terlihat sepele namun pada hakekatnya sangatlah penting. Saya mengambil contoh mudah mengenai penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari. Di daerah Bandung dan sekitarnya, masyarakat asli sunda banyak yang sudah tidak menggunakan bahasa sunda sebagai bahsa sehari-hari lagi, hal ini dikarenakan adanya anggapan oleh mereka bahwa dengan menggunakan bahasa daerah maka mereka akan terlihat kuno, meskipun tidak seluruhnya seperti ini namun segelintir orang yang perlahan-lahan meninggalkan bahasa daerahnya akan berpengaruh pada yang lainnya dan kemudian dimungkinkan untuk menyebar dan menjadi kebiasaan komunal. Hal ini di sebabkan oleh krisisnya budaya baik bangsa akibat datang dengan derasnya arus globalisasi, yang kemudian dimungkinkan munculnya anggapan bahwa mempelajari bahasa asing akan terlihat lebih berjiwa intelektual tinggi daripada mempertahankan menggunakan bahasa dengan  berbahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari.

Selain bahasa daerah, kebiasaan kecil seperti budaya gotong-royong, dan mengenal sesama dengan baik (dalam hal ini seperti tentangga) juga perlahan telah memudar. Hal ini sering kali di akibatkan oleh adanya anggapan bahwa urusan orang lain bukan merupakan urusannya, yang kemudian menciptakan masyarakat yang memiliki pola piker individualis dan kurang bersosialisasi dengan sesama. Sebagimana yang kita ketahui bahwa di kota-kota besar masyarakat semakin bersifat individualis, bersikap acuh tak acuh terhadap sesama. Padahal sejatinya salah satu warisan budaya yang di yakini serta dijalankan secara turun temurun sejak dahulu salah satunya ini adalah budaya ramah tamah dan gotong royong.  Di zaman yang telah berkembang ini melahirkan banyak kemajuan dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi sering kali membawa dampak negatif seperti membuat minim rasa kemanusiaan dan juga nasionalisme yang dimiliki bangsa. Hal ini merupakan contoh konkret bagaimana dampak negatif arus globalisasi mempengaruhi kebiasaan-kebiasaan individu dalam berbudaya serta berkehidupan sehari-hari.

Saya sebagai  salah satu masyarakat yang merasa bahwa kini di Indonesia terlebih di kota-kota besar, semakin krisis akan budayanya telah dan akan melakukan kontribusi demi kelestarian budaya bangsa. Yang telah dan akan saya lakukan adalah mempelajari dan mencintai serta melestarikan budaya lewat tari-tari tradisional yang ada di Indonesia. Hobi atau ketertarikan saya akan tari-tarian membawa saya menjadi salah satu orang yang mulai menjunjung tinggi adat istiadat yang ada. Dalam mempelajari segala macam tari-tarian tradisional yang ada di Indonesia, saya mempelajari juga tentang apa yang menjadi ciri khas tertentu suatu daerah yang ada di Indonesia. Hal ini kemudian membuat saya kagum akan begitu banyaknya makna serta cerita terselubung yang tersimpan dari satu tari tradisional dari daerah tertentu. Bagaimana tidak, kostum tari-tariannya saja seringkali menyimpan begitu banyak makna mendalam jika dipahami, kemudian gerakan demi gerakan yang di ayunkan bersamaan dengan ketukan irama musik yang juga terdengar sakral secara murni membuat saya sebagai salah satu orang yang mencintai tari-tarian ingin tetap menjaganya, agar kelak beberapa generasi di masa yang akan datang juga tetap bisa menikmati keindahan alunan musik serta cerita dalam gerak tari tradisional yang dimiliki Indonesia.

Selain dari segi budaya tradisional, saya sebagai salah satu masyarakat Indonesia, akan berkontribusi penuh demi tercapainya tujuan bangsa dan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Saya juga sebagai salah satu mahasiswa fakultas Hukum yang menekuni bidang Hukum, sangat ingin berkontribusi dengan melalui media penegakkan hukum. Sejatinya penegakkan akan hukum ini tidak hanya perlu dilakukan oleh aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan sebagainya. Kita sebagai masyarakat biasapun juga dapat berkontribusi untuk penegakan hukum demi tercapainya tujuan bangsa dan negara, salah satunya dengan cara turut serta melakukan apa yang dianjurkan oleh Undang-undang, ataupun menghindari apa yang dilarang Undang-undang. Dan ikut menjadi bagian dalam penegakan hukum dengan mematuhi segala sesuatu demi tercapainya ketertiban dan keamanan dalam berbangsa dan bernegara.

Korelasi sosial budaya sebagai salah satu faktor yang mendukung segala sisi dalam berbangsa dan bernegara ini sangat kuat. Budaya seperti yang telah saya katakana sebelumnuya, merupakan suatu kebiasaan komunal yang dilakukan secara teru-menerus serta di pertahankan eksistensinya dari waktu ke waktu. Apabila masyarakat dalam melakukan tindakan kebiasaan yang telah membudaya tidak dilandasi dengan itikad baik, maka kemudian di khawatirkan akan menimbulkan kekacauan di negri ini. Betapa tidak, jika melanggar aturan menjadi kebiasaan yang membudaya, dan penegakan hukum tidak dilakukan sebagaimana mestinya, pasti akan berdampak pada adanya ke tidak pastian hukum. Akibat lebih lanjut yang dapat di timbulkan setelahnya adalah tidak tercapainya keadilan, keamanan, maupun ketertiban. Lantas bagaimana kita bisa hidup bernegara dengan tenang dan damai bila tidak ada keadilan, keamanan, maupun ketertiban tadi. Apakah yang akan terjadi pada negara dikemudian hari, salah satunya adalaj kemunduran negara.

Powered by :

Karirpad

Terdaftar dan diawasi oleh :

Karirpad