Artikel

About Item 1

Kontribusiku Bagi Indonesia

09 Apr 2018

Saya Fadhila Azhari Shafa, biasa dipanggil Fadhila. Lahir di Bukittinggi 10 Juni 1999, menetap di Jakarta, dan sekarang menuntut ilmu di Jatinangor. Anak kedua dari empat bersaudara. Saya terdaftar di Sekolah Dasar pada tahun 2004 di SDN 04 Rawamangun dan tamat tahun 2010 di SDN 09 Kayuputih. Dari tahun 2010 sampai 2013, saya terdaftar menjadi siswi di SMP Islam Al-Azhar 12 Rawamangun. Dari tahun 2013 sampai 2016, saya melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 21 Jakarta. Pada tahun 2016 saya mengikuti Ujian SBMPTN, dan lulus sebagai mahasiswi di Universitas Padjadjaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Manajemen, sampai sekarang.

Sejak SD saya termasuk orang yang belum mengerti tentang pentingnya pendidikan, yang hasilnya saya menciptakan diri saya sendiri menjadi siswi yang biasa-biasa saja, tidak memiliki peringkat di kelas, dan terbilang tidak aktif di sekolah. Di SMP, karena saya dididik dengan benar, membuat saya peka terhadap pentingnya pendidikan, dimulai meraih peringkat ketujuh di kelas VII, peringkat pertama di kelas VIII, dan masuk ke dalam kelas IX yang unggulan. Kemudian Di SMA, dimulai dari peringkat kesepuluh di kelas X, peringkat pertama di kelas XI, peringkat pertama di kelas XII, dan peringkat keempat di angkatan dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. Saya juga sangat aktif di SMA dalam bidang non-akademik, yaitu sebagai ketua perempuan dalam ekstrakulikuler Pramuka, wakil ketua dalam ekstrakulikuler Object (ekskul di bidang fotografi dan desiain grafis), dan menjadi anggota dalam ekstrakulikuler Paskibra, Rohis (Rohani Islam), dan Tari Saman.

            Dari situlah, saya yakin akan adanya progress, dan ingin selalu meningkatkan ilmu dan keahlian yang saya miliki.

Kontribusi yang pernah saya lakukan

Keluarga saya adalah keluarga yang mengedepankan pendidikan, karena dari situ juga saya paham akan pentingnya pendidikan. Menurut saya, pendidikan bukan hanya mempersoalkan  akademik, bisa berupa pendidikan non-akademik, yaitu pendidikan karakter, pendidikan kreativitas, dan lain-lain. Kemajuan suatu negara identik dengan kemajuan pendidikan dalam negara itu sendiri. Oleh karena itu bidang pendidikan memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh dari pemerintah, masyarakat pada umumnya dan para praktisi pendidikan khususnya.

Sejak saya mulai menjadi mahasiswi pada tahun 2016 sampai sekarang, saya memulai kegiatan saya di suatu acara yang bernama LOCMARK (Local Market), acara ini merupakan kegiatan yang memperkenalkan tentang dunia Bandung, dimulai dari komunitas-komunitas, band-band, pekerja seni (mural), dan pebisnis-pebisnis di Bandung. Saya memasuki divisi Logistic&Exhibition, karena saya sangat tertarik pada dunia seni. Kenapa saya menceritakan tentang LOCMARK terlebih dahulu? Karena langkah saya dimulai dari situ dan karena kinerja saya di acara itu saya mulai dilihat oleh orang-orang di sekitar saya. Saya juga terdaftar sebagai staf magang di HIMA Manajemen Unpad di divisi Human Capital Management, saya  tertarik di divisi tersebut karena saya berpikir bahwa suatu acara atau kegiatan tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya sumber daya manusia yang bagus, oleh karena itu saya ingin membangun karakter-karakter yang bagus terhadap pengurus HIMA Manajemen Unpad.

Karena terlibatnya saya pada dua aktivitas diatas, saya mulai dicari dalam berbagai kegiatan acara, seperti acara MIT (Management In Togetherness) menjabat sebagai Vice President yang membawahi divisi dekorasi, dan publikasi & dokumentasi, Reborn (ospek jurusan) menjabat sebagai staf dari divisi Human Resource Management, PIEC (Padjadjaran International Economic Conference) menjabat sebagai staf dari divisi desain dan dokumentasi, MARS (Management Art & Sport) menjabat sebagai asisten manajer di salah satu bidang lomba, PARADIGM (kompetisi business case international dan kompetisi tourism case) menjabat sebagai asisten manajer di divisi Marketing Communication (yang kerjanya meliputi desain, dokumentasi, publikasi dan mencari media partner), dan yang tidak kalah menariknya adalah saya juga bergabung dalam suatu acara yang bernama GOPB (Grow Old with Pena Bangsa) menjabat sebagai staf dari divisi acara, GOPB merupakan suatu wadah pertunjukan kreativitas dari anak-anak SD di daerah Jatinangor (kalau dibandingkan dengan SD di bandung, SD di Jatinangor bisa dibilang masih tertinggal), Walaupun menurut saya kontribusi saya untuk siswa/i SD di Jatinangor masih minim (hanya sebatas staf di acara tersebut), tetapi dari acara tersebut saya belajar bagaimana mengucapkan syukur yang sebanyak-banyaknya, bagaimana cara mengapresiasi hal apapun yang positif, dan belajar untuk harus terus berjuang dalam kehidupan di dunia ini.

Rangkuman dari kegiatan yang telah saya lakukan yaitu seminar kependidikan bagi mahasiswa/i (khususnya dibidang bisnis), pelatihan-pelatihan kepemimpinan bagi mhasiswa/i baru, berbagai ajang kompetisi bagi siswa-siswa untuk mengembangkan dan menyalurkan kreativitas mereka baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Kontibusi yang sedang saya lakukan

Saat ini saya melanjutkan di organisasi HIMA Management Unpad, dan syukur Alhamdulillah diamanahkan sebagai Chief Marketing Officer, yaitu kepala departemen dari divisi Information&Media, External Relation, dan Alumni Relation. Kontribusi yang sedang saya lakukan adalah mengubah cara kerja HIMA tahun lalu menjadi lebih baik lagi. Dalam divisi Information&Media, karena sekarang sudah memasuki zaman digitalization, jadi cara saya adalah aktif dalam menyebarkan seluruh informasi kepada mahasiswa/i melalui dunia maya dengan desain yang semenarik mungkin. Dalam divisi External Relation dan Alumni Relation, saya ingin benar-benar melakukan hubungan dengan pihak universitas lain, perusahaan-perusahaan, komunitas-komunitas, dan alumni dari Manajemen Unpad, yang hubungannya tidak hanya berlangsung selama periode saya saja, melainkan berkelanjutan sehingga adik-adik saya bisa merasakan dampak dari bagusnya menjalin hubungan dengan pihak-pihak tersebut.

Saya juga selalu menanamkan kepada teman-teman organisasi saya bahwa pentingnya kreativitas dalam segala hal, banyak orang-orang jika ditanya “Apa itu kreativitas?” mereka menjawab bahwa kreativitas adalah orang yang dapat menggambar, men-desain, dan sebagainya, menurut saya kreativitas tidak hanya berbicara tentang hal tersebut saja, melainkan tentang kemampuan bagaimana suatu orang dapat dengan cerdik dalam mengkonsep, dalam menyelesaikan suatu masalah, dan pastinya dalam menciptakan suatu ide yang baru dan unik. Salah satu cara untuk menumbuhkan kreativitas tersebut adalah dengan cara men-desain. Menurut saya karena zaman sudah digitalization, kemampuan dalam desain grafis sangat penting dan sangat dicari-cari oleh perusahaan-perusahaan.

Oleh karena itu, saya ingin dalam waktu dekat-dekat ini mengadakan pelatihan desain grafis kepada pengurus HIMA Manajemen Unpad, pelatihan ini dilakukan dengan cara mengajarkan tentang pemakaian software photoshop, karena photoshop adalah cara awal untuk bisa melakukan desain grafis.

Kontibusi yang akan saya lakukan

Memang benar, kontribusi yang telah saya lakukan dan yang sedang saya lakukan belum begitu berdampak langsung terhadap Indonesia. Namun, kedepannya saya berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Saya ingin berkontribusi di dunia pendidikan kreativitas yaitu membuat tempat pengajaran yang berfokus pada seni, yang bisa menumbuhkan kreativitas-kreativitas anak bangsa. Alasannya adalah sangat banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki kreativitas, mereka hanya pemakai dan peniru. logika mudah nya seperti ini, masyarakat di negara Jepang sering sekali menciptakan inovasi yang baru, unik, dan canggih, masyarakat di Negara Cina sering sekali menirukan inovasi tersebut, sedangkan masyarakat di negara Indonesia sering sekali memakai inovasi tersebut, menurut Anda, kita harus seperti Negara mana?. Oleh karena itu, dengan jalan ini saya bisa dan saya berharap dapat berkontribusi lebih banyak untuk negeri ini yaitu meningkatkan dan mengembangkan pendidikan kreativitas bagi anak-anak bangsa Indonesia.

Dan saya berharap Indonesia kedepan lebih maju di dunia pendidikan kreativitas dan dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam hal tersebut. Sebab sekarang-sekarang ini perusahaan-perusahaan di Indonesia sudah mulai di pegang oleh perusahaan Cina, karena apa? Karena Sumber daya Manusia di Indonesia belum cukup kreatif dalam menghadapi masalah yang ada di perusahaan tersebut, sehingga meminta bantuan dari perusahaan Cina. Pendidikan kreativitas merupakan landasan utama agar suatu negara bisa berkembang dan maju. Peran saya untuk mewujudkan ini adalah meningkatkan pembinaan pola pikir kreatif terhadap anak-anak bangsa. Untuk mencapai semua itu maka langkah pertama yang harus saya lakukan adalah dengan mengasah kreativitas yang saya miliki, membagi ilmu-ilmu tentang kreativitas yang saya tahu, sehingga dengan itu saya bisa berkontribusi terhadap Indonesia dalam menciptakan generasi-generasi yang cerdik dan kreatif.

 

Powered by :

Karirpad

Terdaftar dan diawasi oleh :

Karirpad