Artikel

About Item 1

Kontribusi Untuk Saya Mereka Indonesia

09 Apr 2018

Dimulai saat saya masuk Sekolah Menengah Akhir, di awal saya ikut organisasi siswa intra sekolah (OSIS) untuk yang pertamakalinya. Melihat sistem keorganisasian saya masih sangat awam saat itu yang saya tahu saya mendapat teman banyak dan bertemu dengan kaka-kaka kelas yang terbilang hebat dalam berorganisasi. Dari sana saya mulai senang dan belajar bagaimana menjadi seorang organisator yang dapat bekerja dengan semangat dan dipercaya.

Saat pemilihan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS baru, saya dicalonkan sebagai wakil ketua berhubung saya masih kelas satu saat itu dan dengan sistem pemilihan ketua OSIS sekolah saya yg terbilang demokrasi dalam kendali.. kendali siapa? kendali institusi atau sekolah. Ternyata kandidat nomor 2 yaitu saya dan kaka kelas saya terpilih menjadi ketua dan wakil ketua OSIS periode 2014 – 2015. Saya cukup banyak belajar tentang bagaimana menjalankan sebuah oranisasi dan bagaimana memimpin sebuah organisasi yang memiliki anggota dan kepala yang berbeda-beda. Selama saya menjabat sebagai wakil Ketua OSIS SMAN 9 Tasikmalaya, saya mengerti arti dari kebergunaan bagi masyarakat, setiap program yang kami laksanakan saya mendapati senyuman dan serangkaian acara yang disana saya bukan lagi menjadi penonton namun justru menjadi pencipta kegiatan. Berbagai kegiatan sekolah kita kerjakan bersama rekan-rekan OSIS disekolah saya acara perlombaan, kerjasama antar sekolah, kaderisasi, pentas seni, dan lain-lainnya. Selain menjadi wakil Ketua OSIS saya juga aktif pada organisasi lainnya, seperti Basket dan Teater.

Satu tahun saya lewati, sekarang saya naik kelas menjadi kelas XI SMA (kelas 2). Karir saya dalam OSIS menuntut saya agar dicalonkan menjadi Ketua DPK (Dewan Perwakilan Kelas) seperti MPR dalam legislatif negara Indonesia. Dimana tugas saya lebih tinggi dari melaksanakan kegiatan, namun menjadi pengawas dari jalannya kegiatan sekolah. Hasil pemilihan saya terpilih menjadi Ketua DPK SMAN 9 Tsm periode 2015-2016. Hal pertama yang sangat membuat saya harus beradaptasi kali ini saya bukan hanya pejabat dilingkungan sekolah saya namun saya juga seorang pemimpin, posisi daya tidak lagi menjadi tangan kanan seorang pemimpin, namun sayalah yang memegang kendali atas organisasi dan bagaimana saya merencakan serta merangkul anggota organisasi untuk kedepannya. Dengan begini saya belajar untuk mengayomi teman-teman sekita dan merangkul anggota DPK dan OSIS sekolah saya. Menjadi seorang ketua saya juga harus mampu melihat mental anggota, dimana saatnya saya harus memberikan semangat kepada mereka agar dapat bekerja dengan semangat dan kapan kita bisa saling bercanda bersama untuk menikmati kepengurusan sebuah organisasi.

Saya adalah orang yang terbuka dan saya senang menganut sistem demokrasi dalam organisasi, saya merasa kurang percaya diri sebelum anggota lainnya ikut berpendapat dan ikut memberikan pengaruh dalam pergerakan organisasi. Disini saya juga dituntut untuk bertanggung jawab atas segala kegiatan dan pekerjaan anggota maupun kegiatan organisasi.

Selain menjadi Ketua DPK, saat itu pada tahun 2016 ketidak disiplinan siswa siswi menjadi perhatian utama bagi para guru terutama Kepala sekolah kami yan terhormat ibu Elin. Dari sana saya mempunyai ide bersama rekan-rekan OSIS untuk menciptakan Polisi Sekolah. Namun tidak disangka ternyata Kepolisian Tasikmalaya juga sedang merintis organisasi Polisi Siswa (Polsis) sebagai organisasi siswa yang akan berperan sebagai polisi di tingkat sekolah dan lingkungan sekolah. Akhirnya saya bersama rekan-rekan saya di OSIS merintis Polisi Siswa menjadi sebuah organisasi yang cukup berpengaruh dalam perkembangan sekolah saya yang saat itu belum dipandang oleh warga kota Tasikmalaya. Saya dipilih rekan-rekan untuk memimpin organisasi Polisi Siswa, dan mengembangkan agar organisasi ini dapat berjalan degan lancar sesuai dengan fungsinya. Dengan dukungan dari Kepala sekolah sekarang Polisi Siswa di SMA saya dikenal sebagai organisasi yang menjaga kedisplinan siswa bahkan menjadikan anggotanya menjadi kader-kader yang dapat di contoh oleh masyarakat sekolah.

Kami (Polsis) selalu di hadirkan pada setiap acara sekolah untuk menjaga ketertiban dan membantu keberlangsungan kegiatan sekolah. Dalam perjalanan merintis Polisi Siswa ini tidaklah mudah banyak cemooh dari siswa-siswa yang tidak senang pula kepada Polsis ini karena dianggap menganggu kebebasan dan kenakalan mereka, namun dibalik itu juga banyak siswa yang memberikan pujian pada Polsis karena dengan adanya Polsis justru mereka merasa lebih adil karena rekan-rekannya yang terbilang nakal atau bandel, sedikit demi sedikit menjadi mengurangi kenakalannya dalam lingkungan sekolah. Karena tugas polisi siswa tidaklah sesederhana menjaga keamanan seperti menjaga toko dari rampok, namun lebih terfokus dalam kehidupan sosial dan aturan sosial dalam lingkungan sekolah, kami lah yang menjaga norma dan aturan pendidikan tetap berjalan sesuai koridor, dan dengan adanya Polisi Siswa bukan hanya kedisiplinan yang diharapkan, tapi juga mengurangi tindakan pembulian yang terjadi dalam lingkungan sekolah.

Tahun 2017 lulus sudah saya dari masa indah SMA yang penuh pengalaman disana. Akhirnya sekarang saya harus membawa pengalaman itu untuk menjadi bekal saya dimasa kuliah saya yaitu di Universitas Padjajaran. Pada masa kuliah sayapun banyak mengikuti berbagai organisasi kampus khususnya dalam fakultas saya. Saya mengikuti HIMA, Young Investor, Society dan saya juga mengikuti berbagai sukarelwan dan program BEM FISIP seperti Campus of Leader dan Sekolah FISIP. Pengalaman demi pengalaman, pelajaran demi pelajaran saya lewati dan saya pahami sebagai bagian dari proses kehidupan.

Dalam dunia kampus saya cukup banyak belajar dengan banyak organisasi dan kegiatan yang saya ikuti. Dan saya yakin jika ditanya Kontirbusi apa yang telah dilakukan terhadap lingkungan sekitar? Jawabanya sangatlah banyak, mulai sejak masa sekolah hingga masa awal saya kuliah yang sekarang ini baru memasuki semester kedua. Karena bagi saya kebahagiaan hadir ketika kita membahagiakan orang lain dan masyarakat banyak. Saya sangat senang bilamana saya dapat berguna dengan orang lain dan bisa menjadi orang yang berpengaruh terhadap lingkungan yang sangat luas.

Lalu bagaimana dengan cita-cita besar untuk berkontribusi terhadap Bangsa Indonesia dimasa depan nanti?

Saya memiliki cita-cita besar untuk dimasa depan nanti namun saya juga tidak melepas realitas yang ada dengan menggambarkan gambaran utopis sebagai tujuan yang akan saya capai namun lebih menjadikan cita-cita saya sebagai gambaran positif untuk dikejar selagi prosesnya menjadi kebaikan untuk bangsa dan negara.

Gambaran saya atas cita-cita saya, saya mempunyai keinginan besar untuk membangun perekonomian Indonesia yang dapat dijalankan, dimiliki, dan dinikmati oleh Orang-orang Indonesia itu sendiri. Seperti yang kita ketahui sering kita lihat di supermarket atau sebagian produk yang terdapat dirumah kita itu adalah barang-barang impor atau barang perusahaan Swasta Indonesia namun yang dimiliki orang asing. Saya tidak paham mengapa begitu banyak produk yang kita kosumsi berasal dari pekerja kita sendiri namun dimiliki oleh bangsa asing, saya tidak mengatakan bahwa ini bagian dari penjajahan dijaman moderen ini, namun saya lebih merujuk kegagalalan pemerintah dan masyarakat kita sendiri dalam menghadapi era Globalisasi ini ditambah kita telah menjadi bagian dari negara ASEAN yang dimana itu berarti persaingan usaha akan lebih ketat dan lebih terbuka bagi asing untuk menduduki kepemilikan-kepemilikan bangsa melalui kapital atau modal.

Dengan keadaan diatas saya mempunyai rencana setelah saya lulus menjadi serjana saya akan mengumpulkan modal untuk membentuk sebuah lembaga kerjasama dalam bidang bisnis dan saya akan membuat perusahaan swasta yang berbasis nasional dan untuk kepentingan nasional, dimana sebuah perusahaan profit dengan sistem dan norma yang tidak mengedepankan profit namun lebih ke asas kebergunaan eksistensi perusahaan untuk masyarakat. Meski saya belum tahu perusahaan jenis apa yang akan saya bangun, namun saya memiliki cita-cita untuk diwujudkan. Saya ingin menjadi lebih berguna pada masyarakat yang lebih luas dan besar. Saya ingin Indonesia bukan hanya menjadi negara kaya secara fisik alami, tapi juga secara fisik manusiawi. Dengan moral bangsa dan agama yang menuntun geraknya bangsa Indonesia menuju gerbvang kemerdekaan, kemerdekaan disini bukan sekedar lepas dari penjajah pada masa perang dunia kedua, tapi juga bebas secara ekonomi, bebas mempergunakan produk-produk bikinan anak bangsa dan dimiliki anak bangsa pula. Saya juga berharap bahwa saya dapat berkerjasama dengan orang-orang yang setujuan dengan saya untuk Indonesia lebih baik

 

 

 

Powered by :

Karirpad

Terdaftar dan diawasi oleh :

Karirpad