Artikel

About Item 1

Kontribusi Saya untuk Indonesia

09 Apr 2018

Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat, di tengah dunia yang Mengalami globalisasi dengan tingkat yang mencengangkan bahkan mengerikan. Dengan pola kekuasaan di dunia yang berubah dari bipolar menuju ke arah multipolar, dan semakin meningkatnya pengaruh dan kekuatan dari negara-negara berkembang, Indonesia adalah satu negara yang saat ini menjadi "the rising star" baik dalam perekonomian, diplomasi, keamanan, maupun kebudayaan. Hal ini, penulis percaya adalah berkat dari semakin meningkatnya kualitas SDM Indonesia, terutama  pemuda-pemudi indonesia, dengan pemikiran yang semakin terbuka, dan talenta yang beraagam didalam menyokong visi-misi pemimpin negara, demi mengukir masa depan indonesia yang lebih baik. Bonus demografi pada tahun 2030, penulis percaya hanya akan terus menambah momentum indonesia untuk mencapai masa depan yang lebih baik, bahkan penulis percaya Indonesia punya kapasitas dan kapabilitas untuk mencapai level negara-negara maju dengan jalan pendidikan dan pelatihan SDM yang lebih mumpuni.

Di sini lah penulis percaya, bahwa penulis dapat berperan dan berkontribusi aktif. Penulis adalah seseorang yang memiliki hasrat dan rasa keinginan besar untuk lebih jauh mengembangkan diri dan sumber daya manusia di sekeliling penulis. Hal ini karena penulis pribadi sangat menyukai pembelajaran dan semua keuntungan yang ditawarkannya, secara konseptual maupun praktis. Meskipun penulis melihat bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki didalam sistem pendidikan indonesia, tetapi penulis optimis terhadap masa depan pendidikan indonesia. Penulis juga percaya bahwa saat ini, jalur terbaik untuk menuju kesuksesan, baik bagi individual atau masyarakat secara umum adalah melalui pendidikan. Pendidikan membuka sudut pandang baru bagi manusia yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita sadari, pendidikan membuka peluang bagi pengembangan diri lebih jauh secara akhlak dan akademis. Dan terutama yang penulis sendiri sedikit sesali; bahwa saat ini pendidikan adalah standar yang diakui masyarakat secara umum, dan secara professional untuk meraih penghidupan yang lebih baik. Ini lah mengapa penulis sangat mendukung pemajuan pendidikan di negara indonesia.

Hal praktis yang dapat penulis lakukan adalah meningkatkan kesadaran khalayak umum mengenai pentingnya pendidikan bagi kehidupan mereka. Cara ini dapat ditempuh dengan berbagai media, yang tentunya sangat dipermudah dengan globalisasi dan perkembangan iptek; baik lewat sosial media, ataupun aksi nyata memberikan pembelajaran kepada masyarakat yang masih kurang beruntung didalam menerima pendidikan. Seperti yang telah penulis lakukan saat ini, penulis sendiri mengambil bagian di dalam tim pengajaran SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) bagi mereka yang kurang mampu, lewat perantara salah satu lembaga non-profit di universitas. Selain itu penulis juga berkesempatan menjadi bagian tim coaching di salah satu perusahaan swasta penyedia layanan pendidikan di Indonesia, yang sama dengan organisasi sebelumnya, berusaha membimbing siswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Penulis berharap bahwa meskipun sedikit dampak yang penulis dapat berikan sekarang, tetapi  kegiatan penulis ini dapat kedepannya menumbuhkan bibit semangat menempuh pendidikan lebih tinggi di dalam masyarakat secara umum. Ini lah juga mengapa seperti penulis sebutkan sebelumnya kita semua perlu menggaungkan pentingnya pendidikan lewat berbagai media yang tersedia bagi kita, didalam semangat advokasi dan sosialisasi untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Mungkin saat ini penulis belum bisa melakukan banyak hal secara individu, tetapi penulis percaya akan potensi diri dan semangat serta ambisi penulis didalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Indonesia. Pendidikan yang saat ini penulis tempuh, yaitu di bidang hubungan internasional membuka kesempatan bagi penulis untuk mempelajari berbagai pemahaman dari filsuf-filsuf terdahulu didalam memandang potensi SDM di dunia, penulis melihat adanya suatu tema yang sama didalam teori-teori filsuf hubungan internasional, bahwa manusia adalah penentu dari takdir mereka sendiri, dan bahwa manusia adalah penggerak dari peradaban, peradaban akan mengalami perkembangan di tangan manusia dan dapat mengalami kemunduran akibat dari manusia juga, ini lah mengapa pengembangan manusia sangat penting menurut pendapat penulis berdasarkan kajian teori yang penulis pelajari. Penulis juga percaya terhadap dunia yang bersifat Positive Sum Game, bahwa perkembangan kemanusiaan akan dicapai dengan lebih cepat dan lebih efektif, jika semua bagian dari masyarakat dunia berpartisipasi aktif didalam menciptakan dunia yang lebih baik. Jika semua bagian dari masyarakat, dari jajaran pemimpin sampai ke masyarakat sipil mampu dan berkeinginan untuk mencapai kemajuan, bayangkan sejauh apa kita semua dapat maju sebagai sebuah negara, dan sebagai masyarakat dunia.

Lebih jauh penulis percaya bahwa pilihan studi yang penulis ambil memungkinkan penulis untuk mewujudkan idealisme penulis menjadi kenyataan. Penulis beraspirasi untuk dapat menjadi bagian di dalam Kementerian Luar Negeri Indonesia, disana penulis akan berusaha membawa perbedaan yang nyata dengan mewujudkan kebijakan yang pro terhadap kemanusiaan terutama atas pendidikan itu sendiri. Penulis percaya bahwa negara Indonesia mampu mencapai swasembada pendidikan, namun penulis skeptis bahwa Indonesia dapat mencapainya sendiri. Bagaimana pun Indonesia tetap membutuhkan bantuan dari negara lain, baik secara material, informasi, SDM, maupun infrastruktur untuk mencapai pendidikan yang lebih baik. Di sini lah peran diplomat, dan peneliti kebijakan luar negeri dibutuhkan, untuk memastikan bahwa kebutuhan yang sangat mendalam akan pendidikan bagi rakyat Indonesia ini terpenuhi lewat hubungan Indonesia dengan negara lain. Selagi penulis masih punya waktu dan tenaga, penulis akan menempuh pendidikan penulis sebaik-baiknya untuk memastikan bahwa cita-cita penulis didalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik lewat hubungan luar negeri ini terwujud lewat pekerjaan dan pengabdian penulis di bidang tersebut.

Selain pendidikan, hal yang penulis tegaskan lagi bahwa penting didalam membangun Indonesia yang lebih baik adalah akhlak, dan hal ini yang penulis lihat justru masih banyak kekurangan di dalam rakyat Indonesia, bahkan mengalami kemunduran dari jaman ke jaman. Ujaran kebencian, pencemaran nama baik, dan perundungan semakin marak kita temui saat ini, baik secara nyata maupun lewat perantara dunia maya, hal ini seperti sudah menjadi budaya bagi bangsa Indonesia. Meskipun sudah ada hukum yang mencegah terjadinya perilaku seperti ini, tetapi tetap saja kasus seperti ini semakin banyak kita temui. Hal ini sangat penulis sayangkan, presiden kita, bapak Joko Widodo, sangat mengedepankan program Revolusi Mental bagi rakyat Indonesia, melihat kebelakang, penulis akhirnya menyadari korelasi kemajuan suatu bangsa dengan pengembangan mental itu sendiri. Penulis sadar bahwa betapa akhlak dan etos kerja yang baik sangat lah efektif didalam mendorong pekerjaan umum yang kemudian akan mendorong kemajuan suatu bangsa. Inilah mengapa penulis sangat sedih melihat kemunduran akhlak yang ditampilkan oleh rakyat Indonesia belakangan ini.

Penulis menyadari pengaruh destruktif dari komentar kebencian dan perundungan ini; karena penulis pun pernah mengalami hal yang sama. Komentar negatif akan mempengaruhi mental seseorang dan menghambat produktivitasnya, juga produktivitas dari orang yang mengujarkan komentar negatif itu sendiri. Pada akhirnya kita akan mendapatkan masyarakat yang saling membenci, pihak yang satu merasa lemah dan tidak berdaya untuk melakukan apa-apa, sedangkan yang satu lagi merasa dirinya hebat, dan tidak perlu melakukan apa-apa lagi selain terus mengujarkan kebencian kepada pihak lainnya, hal ini seakan telah menjadi dogma didalam masyarakat Indonesia, amat disayangkan. Penulis sendiri baru menemukan titik balik didalam pendidikan yang memberdayakan, dengan penulis berfokus kedalam studi maka baik moral dan akal penulis terasah untuk menyadari bahwa ada hal yang lebih penting dibandingkan terus merasa terjebak didalam lingkaran kebencian ini. Inilah alasan mengapa penulis percaya bahwa pendidikan, dan akhlak saling bergandengan tangan didalam menciptakan SDM yang lebih baik untuk pembangunan negara Indonesia. Hal yang telah penulis terapkan, dan penulis percaya kita harus belajar untuk terapkan juga adalah untuk berkomentar dengan arif, dan menggunakan hati didalam media sosial. Kita harus mempertimbangkan pengaruh dan dampak yang dapat kita berikan dengan komentar kita baik secara positif dan negatif, serta tidak menyebarkan kebencian ataupun kebohongan didalam berbagai bentuknya, ini lah cara aktif kita untuk dapat membantu mencegah kebobrokan akhlak yang semakin berkembang saat ini.

Pada akhirnya penulis akan menutup essay ini dengan kesimpulan secara singkat mengenai kontribusi yang telah, dan dapat penulis berikan bagi bangsa Indonesia, terutama didalam bidang pendidikan. Berdasarkan apa yang penulis lihat saat ini, negara Indonesia sedang mengalami darurat pendidikan. Pendidikan sebagai motor akal manusia didalam melakukan perubahan, tidak berjalan sebagaimana mestinya di dalam negara Indonesia, dan penulis percaya bahwa masih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini. Cara praktis yang penulis telah lakukan adalah dengan menambahkan kesadaran masyarakat mengenai pendidikan dengan memberikan pendidikan materi SBMPTN bagi mereka yang kurang beruntung serta bimbingan dan motivasi. Hal ini terwujud lewat perantara lembaga non-profit kampus, dan pihak swasta. Penulis juga berusaha menyuarakan pentingnya pendidikan lewat sosial media, bahkan perkataan dan tindakan pribadi penulis dari hari ke hari. Secara visioner penulis juga percaya bahwa bidang pendidikan penulis sejalan dengan cita-cita penulis untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Saat ini penulis sedang berusaha untuk memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya, supaya di masa depan penulis dapat mewujudkan visi penulis mengenai pendidikan di Indonesia dengan advokasi dan sosialisasi masyarakat melalui pekerjaan penulis di bidang hubungan internasional. Terakhir penulis juga menyoroti pentingnya akhlak didalam pendidikan, dan kebalikannya, pentingnya pendidikan bagi akhlak. Penulis percaya bahwa kita sebagai bangsa harus bersama maju mewujudkan visi revolusi mental yang diusung pemimpin negara kita, dan bahwa visi itu sangat krusial didalam mewujudkan kemajuan pembangunan, pekerjaan umum, bahkan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Cara yang dapat kita terapkan adalah dengan berintrospeksi mengenai setiap komentar yang kita berikan lewat media sosial atau lewat omongan kita, serta tidak menyebarkan kebencian serta kebohongan kedalam masyarakat.

Powered by :

Karirpad

Terdaftar dan diawasi oleh :

Karirpad